Latar Belakang
Pusat Unggulan Peralatan Bantu Kesehatan Politeknik Bina Trada Semarang merupakan unit akademik dan penelitian yang fokus pada pengembangan, pemanfaatan, serta diseminasi peralatan bantu kesehatan yang inovatif dan tepat guna. Unit ini didirikan sebagai bagian dari upaya institusi untuk menjembatani teknologi kesehatan, praktik klinis, dan kebutuhan masyarakat, khususnya di tingkat layanan komunitas seperti Posyandu, PKK, dan fasilitas kesehatan lokal.
Visi dan Misi
Visi: Menjadi pusat unggulan nasional dalam pengembangan dan diseminasi peralatan bantu kesehatan yang inovatif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Misi:
Mengembangkan prototipe alat bantu kesehatan yang berbasis sains dan teknologi mutakhir.
Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan.
Menjalin kemitraan dengan komunitas, puskesmas, sekolah, dan organisasi masyarakat untuk diseminasi inovasi kesehatan.
Melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap penggunaan peralatan bantu kesehatan agar selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kapasitas dan Sumber Daya
Unit ini didukung oleh:
Tenaga dosen dan peneliti multidisiplin yang memiliki kompetensi di bidang biomedis, kesehatan masyarakat, dan teknologi kesehatan.
Mahasiswa program vokasi yang terlibat aktif dalam penelitian terapan dan kegiatan pengabdian masyarakat.
Fasilitas laboratorium dan peralatan elektromedik yang memadai untuk pengembangan prototipe, uji coba, dan validasi teknologi kesehatan.
Jejaring kemitraan dengan Posyandu, PKK, puskesmas, dan sekolah yang memungkinkan implementasi inovasi secara langsung di masyarakat.
Riwayat Diseminasi dan Pengabdian Masyarakat
Pusat Unggulan Peralatan Bantu Kesehatan memiliki rekam jejak yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, meliputi:
Edukasi dan sosialisasi kesehatan reproduksi, PHBS, dan pencegahan penyakit menular.
Pelatihan penggunaan alat kesehatan dan pemeliharaan preventif peralatan klinik.
Pendampingan implementasi peralatan elektromedik di sekolah dan fasilitas kesehatan.
Penggunaan teknologi inovatif seperti tracer rekam medis dan prototype non-invasif untuk skrining kesehatan masyarakat .
Melalui kapasitas ini, unit pengusul siap menjadi motor penggerak dalam program inovasi kesehatan masyarakat, mengintegrasikan teknologi dengan edukasi, penguatan kapasitas kader, dan diseminasi berbasis komunitas.